PRURITUS SERING DIALAMI PARA LANSIA, BAGAIMANA TINGKAT KEPARAHANNYA?

Pruritus merupakan istilah medis untuk rasa gatal dan menimbulkan keinginan untuk menggaruk. Pada umumnya, meski kondisi ini bukan yang serius, tetapi bisa menimbulkan rasa tidak nyaman, luka, infeksi, dan mengganggu kualitas hidup seseorang, terutama bagi kelompok lansia.

Pruritus merupakan gejala di kulit akbat suatu penyakit tertentu. Meski terjadi pada bagian kulit, pruritus tidak hanya disebabkan karena masalah penyakit kulit saja, tetapi juga bisa disebabkan pada masalah organ atau sistem organ lain.

Selain terjadi pada kelompok muda, kelompok lansia yang mengalami kondisi pruritus ini bisa lebih berbahaya. Benarkah?

Simak selengkapnya yang diungkap oleh Spesialis Kulit dan Kelamin dr. Yustin Sumito, SpKK, yang Popmama.com rangkum di bawah ini.

 

1. Kondisi pruritus kelompok muda dan lansia sama-sama berbahaya kalau tidak ditangani sejak dini

Menurut dr. Yustin Sumito dalam acara Virtual Briefing Jangan Sampai Pruritus dan Kulit Kering Menurunkan Kualitas Hidup Usia Lanjut pada Kamis (3/11/2022), kondisi pruritus baik usia muda dan usia lanjut sama-sama berbahaya.

“Sama-sama berbahaya kalau tidak ditangani sejak dini. Tapi pada lansia karena sistem imun sudah terganggu, kalau sudah sampai terjadi infeksi bisa lebih parah kondisi kulitnya,” ungkap dr. Yustin.

“Dan itu lebih sulit diberikan pengobatan,” ujarnya lebih lanjut.


2. Pruritus atau kulit kering prevalensi keparahannya lebih besar pada lansia

Spesialis Dermatologi dan Venereologi dr. Amelia S. Soebyanto, Sp.DV mengatakan, prevalensi kasus pruritus pada kulit kering sekitar 29-85 persen di seluruh dunia.

Meski di Indonesia belum ada data yang cukup valid untuk kasus kulit kering pada lansia, tetapi sekitar 56 persen pasien yang berusia di atas 65 tahun terkena Xerosis (kulit kering). Dan sekitar 9 persen menderita Xerosis pada skala sedang hingga berat.

“Keparahan kulit kulit kering ini, ke depannya dapat menurunkan kualitas hidup lansia. Dan insiden ini akan meningkat keparahannya seiring bertambahnya usia. Jadi di sini lansia yang paling kena,” ungkap dr. Amelia.

 

3. Pruritus paling sering terjadi pada kulit yang kasar bahkan bersisik

Pada usia lanjut, kasus pruritus memang paling berdampak bagi lansia seiring bertambahnya usia. Hal itu disebabkan karena adanya lapisan terluar kulit yang kurang lembab akibat penurunan kandungan air dan kandungan lipid di kulit.

Selain itu, masalah yang terjadi pada lansia adalah mulai dari kulit kasar, bersisik, pecah-pecah, dan sering disertai gatal-gatal.

 

4. Faktor risiko dan penyebab pruritus

Dr. Amelia mengungkapnya kasus pruritus ini memiliki faktor risiko serta penyebabanya, yaitu internal dan eksternal. Untuk faktor internal terjadi pada genetik. Derajat keparahan lansia memang berbeda-beda, ada yang ringan sampai yang berat. Tapi kalau ada bawaan secara genetik, kondisi kulit keringnya bisa lebih para dibanding lansia pada umumnya.

“Faktor internal lain juga bisa dari penyakit kronis atau penyerta lain. Yang paling sering ditemukan itu penyakit gula dan ginjal. Kalau seseorang mengalami kulit kering, dokter akan menanyakan lebih lanjut seperti ada keluhan buang air kecil pada diabetes, atau tes laboratorium,” kata dr. Amelia lebih lanjut.

“Infeksi juga bisa dari virus, seperti hepatitis, HIV, dan semacamnya,” lanjut dr. Amelia.

Dan untuk faktor eksternal, kasus pruritus atau kulit kering ini sering terjadi pada lingkungan dan gaya hidup.

“Dan itu bisa dari polusi udara, seperti kendaraan atau pabrik, kelembapan udara yang rendah. Biasanya itu terjadi di luar negeri, kalau di Indonesia kelembapan kita cukup dan tidak perlu khawatir,” kata dr. Amelia.

“Selanjutnya panas dan memakai AC yang terlalu dingin. Kalau terlalu dingin itu juga menyebabkan kulit kering,” katanya.

 

5. Kasus pruritus pada lansia juga terjadi karena mandi yang terlalu lama

Kasus pruritus pada lansia juga terjadi karena mandi yang terlalu lama. Dr. Yustin Suminto mengatakan, ini terjadi ketika lansia menggunakan air yang terlalu hangat pada saat mandi.

“Kadang orangtua sulit sekali kalau mandi dengan air dingin. Jadi biasanya disarankan boleh pakai air hangat, tapi jangan terlalu panas. Dan guyur terakhir dengan air dingin agar kulit tidak kaget. Sehabis mandi, pemakaian pelembab sangat membantu,” ungkap dr. Yustin Suminto.

 

6. Pencegahan dan pengobatan pruritus pada lansia

Pencegahan pruritus dapat dilakukan dengan menghindari faktor risikonya, antara lain:

  • Menjaga kulit selalu dalam keadaan sehat.
  • Menjaga kulit agar tidaka kering dengan menggunakan krim pelembab.
  • Hindari alergen yang dapat menyebabkan kondisi pruritus.
  • Menjalankan pola hidup sehat.

Demikian informasi tentang pruritus yang dialami oleh para lansia. Semoga orang terdekat kita selalu menjaga kulit setiap harinya ya.

 

SUMBER :

LINK: https://www.popmama.com/life/health/aflaha-rizal-bahtiar/pruritus-sering-dialami-para-lansiabagaimana-tingkat-keparahannya  

Kontak Informasi

Jl. KH.Moh.Mansyur No.205, RT.1/RW.1, Krendang, Tambora, Kota Jakarta Barat, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 11250.

Telepon (021) 63855777

WhatsApp 08112777549

Fax (021) 63855778

Email Infodok@pramudia.co.id

Jam Buka Klinik

Senin - Jumat :
11.00 - 19.00
Sabtu :
11.00 - 19.00
Minggu :
TUTUP